Minggu, 23 Agustus 2015

Laporan Produktifitas Kerja Penerapan 5S (Seiri, seiton, dan Seiso)



A.    TUJUAN      
1.      Menciptakan tempat kerja yang bersih, rapi, indah, sehat, nyaman dan asri.
2.      Membangun teamwork yang baik melalui pertisipasi dan inovasi kerja serta kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan kerja.
3.      Meningkatkan motivasi, disiplin dan etos kerja pegawai
4.      Meningkatkan mutu pelayanan yang lebih prima
B.     SASARAN    
1.      Terwujudnya tempat kerja yang bersih, rapi, indah, sehat, nyaman dan asri.
2.      Tercapainya motivasi, disipin dan produktiviltas kerja dan pelayanan yang lebih baik.
3.      Terwujudnya kepedulian terhadap kebersihan dan kerja.  



BAB II
IDENTIFIKASI
A.    KONDISI AWAL
Konsdisi awal saat pertama datang ke tempat lokasi praktek kerja lapangan, masih sangat berantantakan sehingga masih perlu pembenanahan.
B.     MASALAH
Masalah yang kami temukan di tempat praktek kerja lapangan kami  yaitu banyak barang-barang yang dan belum rapih . Tempat penyimpanan barangnyapun masih kotor dan masih banyak debu.  Sehingga masih perlu pembenahan.
C.    TARGET
a.       Menyusun, merapikan, memberishkan, dan menjaga kebersihan meja kerja
b.      Terbentuknya tatanan perusahaan yang sehat
c.       Terwujudnya tempat kerja yang bersih rapih dan aman
d.      Meningkatkan motivasi disiplin dan etos kerja pegawai.











BAB III
IMPLEMENTASI
1.      PENERAPAN S1, S2, S3
1.1.Penerapan S1 (SEIRI=SISIH)
Langkah pertama
Persiapkan label dankriteria barang yang tidak diperlukan.
a.       Persiapkan lebel sisih
1.      siapkan label sisih yang diberi warna merah
2.      siapkan label campuran beri warna merah dan kuning. Ini dimaksudkan  utnk barang-barang kecil yang tercampur dalam satu kotak. Sehingga  sebelum disisihkan harus dipisahkan terlebih dahulu.
b.      Penentuan criteria barang yang disisihkan
Barang yang tidak diperlukan tidak berarti hanya scrap, tidak diperlukan mengandung pengertian :
a.       tidak dierlukan sama sekali,(sampah)
b.      tidak diperlukan sam sekali tapi laku (scrap), harus seegera dijual.
c.       Tidak diperlukan ditempat kerja tersebut tapi ditempat kerja yang lain diperlukan, harus dipindahkan dari tempat kerja tersebut.
d.      Tidak diperlukan/tidak diproses/tidak diperbaiki di tempat kerja tersebut dalam jangka waktu tertentu. Misalnya tidak diperlukan dalam jangka waktu 6 bulan atau 1 tahun.





Kriteria untuk barang/peralatan/mesin.
1.      Tentukan batas waktu misalnya satu bulan, tiga bulan atau 1 tahun
2.      Semua barang/mesin/peralatan yang tidak dijadwalkan akan diproses/dipakai/diperbaiki sampai batas waktu tersebut harus di label sisih.
Kriteria untuk bahan baku
1.)    Tentukan batas waktu tertentu seperti diatas.
2.)    Semua bahan baku yang tidak akan diproses sampai jangka waktu tersebut harus dilabel sisih
3.)    Tentukan jumlah kebutuhan selama jangka waktu tersebut, kelebihannya harus dilabel sisih.
4.)    Hal ini penting sebagai dasar “just in time”, agar bagian pengadaan jangan membeli bahan baku terlalu banyak, yang akan menyebabkan waste.
Kriteria untuk barang/bahan dalam proses
1.)    Tentukan batas waktu tertentu seperti diatas.
2.)    Semua barang dalam proses/barang setengah jadi yang tidak akan diproses sampai jangka waktu tersebut harus dilabel sisih.
3.)    Hal ini penting bagi efisiensi, untuk memberi perhatian agar unit proses sebelumnya tidak memproduksi melebihi dari kapasitas unit berikutnya
4.)    Tentukan batas jumlah kebutuhan selama batas waktu tersebut, kelebihannya harus dilabel sisih.

Kriteria untuk barang jadi.
1.)    Tentukan batas waktu tertentu seperti diatas.
2.)    Semua barang jadi yang tidak terjual dalam batas waktu tertentu harus dilabel sisih dan dikeluarkan dari tempat kerja tersebut. Hal ini selain untuk memperluas ruang gudang juga untuk perhatian kepada bagian produksi agar jangan memproduksi baran yang tidak laku dan bagi pihak pemasaran agar bekerja lebih giat.

Langkah kedua
            Pemasangan label sisih
a.       Bersama-sama dengah ketua kelompok kerja amati satu demi satu barang yang ada
b.      Tentukan mulai dari sudut mana
c.       Kalau perlu ditempat kerja dibagi-bagi kedalam beberapa lokasi untuk memudahkan mencatat posisi barang tersebut.

Mulai pemasangan label sisih pada barang yang besar, barang yang kecil, dan tercampur menyusul.
a.       Tempelkan label sisih pada barang yang sudah pasti tidak diperlukan ditempat kerja tersebut sesuai dengan criteria yang telah ditetapkan. Jangan lupa mengisi semua pion-poin yang penting
b.      Pada hari berikutnya dapat diteruskan pada barang barang yang kecil dan tercampur.
c.       Satukan barang yang kecil-kecil tersebut pada satu sudut empat kerja atau kedalam box.
d.      Pada barang tersebut diberi label campuran sisih dan susun (merah dan kuning) yang artinya dalam kelompok barang tersebut tercampur barang yang diperlukan. Silahkan klasifikasikan sebelum dibuang
e.       Ambil foto sebelum tindakan penyisihan, tandai tanggal dan posisi tempat pengambilan foto agar dapat dibandingkan keadaan sebelum dan sesudah pelaksanaan sisih.
Langkah ketiga
  Pelaksanaan sisih oleh anggota kelompok
a.       Kumpulkan anggota kelompok dan berikan arahan
b.      Tentukan waktu bagi kelompok untuk memulai penyisihan, dan berapa lama batas waktu harus selesai.
c.       Pada saat penyisihan barang-barang yang disisihkan jangan dibuang sembarangan karena dapat membuat persoalan ditempat lain, supervisor harus mengawasi jangan sampai terjadi hal demikian
d.      Supervisor dan management harus member petunjuk kemana barang-barang itu disingkirkan, yaitu :
1.)    Sampah dibuang ketempat sampah
2.)    Barang yang masih bias digunakan pindahkan ketempat sementara, misalnya digudang, menunggu keputusan management apakah dibuang atau dijual.
3.)    Tempat barang-barang tersebut dibuang atau disimpan serta ditindak lanjuti.
Pekerjaan menyisihkan mungkin tidak dapat dilakukan sekaligus dalam satuhari, pakailah pendekatan bertahap yang tdak dapat dikerjakan pada hari itu. Kerjakanlah pada kesempatan lain.





Langkah keempat
Pengecekan
a.       Bersama-sama supervisor dan management, cek apakah semua barang yang diabel sisih telah disisihkan dengan baik
b.      Apabila masih ada barang-barang yang belum terklasifikasikan ulangi langkah-langkah diatas
c.       Supervisor diminta untuk membuat file semua label sisih yang digunakan dan merekapnya sebagai bahan laporan kepada management.

1.2. PENERAPAN S2 (SEITON=SUSUN)
Langkah pertama
Persiapan label seiton
a.       Siapkan label seiton yang di beri warnah kuning
b.      Siapkan pedoman penyusunan yang meliputi alamat dan jumlah                              barang

 Langkah kedua
a.       Bersama sama dengan supervisor amati semua barang atau peralatan yang di perlukan yang ada di tempat kerja yang telah ditetapkan lokasi dan luas.
b.      Semua barang-barang yang tidak pada tempatnya dilabel susun.
c.       Pengisian label susun harus jelas, terutama alamat dimana barang itu akan di susun, hendaknya di ingat bahwa peralatan harus berada pada tematnya di alamat yang telah ditentukan.
d.      Dalam menentukan kemana barang-barang tersebut akan di susun perlu di perhatikan : barang/alat yang sering digunakan sebaiknya disusun dekat pada tempat pemakainnya dan yang gampang rusak di tempat yang secara khusus.
e.       Tulis batas waktu kapan kegiatan tersebut dimulai dan kapan harus selesai
Langkah ketiga

Pelaksanaan penyusunan oleh anggota kelompok
a.       Kumpulkan anggota kelompok dan beri pengarahan
b.      Penyusunan dilakukan secara bertahap,dimulai dari barang-barang yang mudah disusun.
c.       Setelah peralatan itu tersusun dengan rapi berikan label alamat, batas maksimum, batas minimum dan label lain yang membuat barang tersebut visible ( dapat dilihat dengan mudah )
d.      Setelah semuanya rapih, dapat dilanjutkan pada tingkat lanjutan seperti plant lay-out dan line balancing.

                                             
1.3.PENERAPAN S3 (SEISO=SASAP)
Langkah pertama

a.       Bentuk kelompok kerja dengan anggota sesuai kebutuhan.
b.      Bentuk kelompok pendukung untuk mengumpulkan dan menganalisa data efiensi sebelum dan sesudah sasap
c.       Bentuk kelompok pendukung untuk mengumpulkan dan menganalisa data, efisiensi mesin/peralatan dan kualitas sebelum dan sesudah sasak
d.      Tunjuk ketua dan sekretaris
e.       Siapkan label merah dan kuning serta tape-ex, dengan fungsi:
1)      Label merah untuk mendai bagian peralatan yang ditemukan rusak atau abnormal dan tak dapat diperbaiki hari itu juga, disebabkan karna belum ada sparepart atau karna pengerjaannya sulit.
2)      Label kuning untuk menandai bagian dari peralatan yang rusak atau abnormal yang ditemukan sewaktu sasap dan dapat segera diperbaiki hari itu .
3)      Tape-ex digunakan untuk menandai baut yang ditemukan kendor/longgar, setelah dikencangkan diberi tanda agar mudah melihatnya apabila sewaktu waktu kembali kendor.
f.       Siapkan daftar peralatan yang akan digunakam.
g.      Siapkan form sasap,yaitu:
1.      Form satu digunakan untuk mencatat semua bagian mesin yang ditemukan rusak atau abnormal dan dapat diperbaiki hari itu juga .
2.      Form dua digunakan untuk mencatat semua bagian peralatan yang ditemukan rusak atau abnormal dan tidak dapat diperbaiki pada saat itu juga.
Langkah kedua
a.       Kumpulkan anggota kelompok , beri pengarahan dan tekanan bahwa sasap bukan sekedar membersihkan, akan tetapi berusaha sedapat mungkin menemukan sebanyak banyaknya kerusakan atau abnormality
b.      Suksesnya sasap adalah bergantung kepada semakain banyaknya kerusakan atau abnormality yang ditemukan yang diperbaiki.
Untuk kelompok pendukung agar ditugaskan mengumpulkan dan menganalisa data sebelum dan sesudah disasap.







BAB IV
HASIL
A.     SETELAH PENERAPAN
Kondisi setelah penerapan S1 – S3 yaitu semua barang-barang dan tempat kerjanya tertata rapih dan bersih serta barang-barang yang tidak terpakai juga semua terbuang di tempat sampah seingga dapat menciptakan kondisi tempat kerja menjadi lebih aman dan nyaman.
B.     REKOMENDASI
Menjaga dan memelihara serta mempertahankan kondisi lingkungan kerja yang lebih kondusif. Agar usaha yang dijalani dapat berkembang serta mendapatkan citra yang baik dalam masyarakat.














BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A.     KESIMPLAN
Penerapan S1 – S5 sangat perlu dilakukan  dalam lingkungan kerja agar usaha yang dibangun bisa berkembang dan mendapatkan citra yang baik dari masyarakat . sehingga dapat meningkatkan kualitas atau kinerja pegawai.
B.     SARAN
Untuk menjaga penerapan 5-S ini agar dapat terus terlaksana di sarankan setiap perusahaan melakukan pembenahan 5 menit sebelum bekerja dan, 5 menit sebelum pulang. Agar mendapatkan citra yang lebih baik di masyarakat.
C.     DOKUMENTASI PENERAPAN


BEFORE                                                                                 AFTER

Tidak ada komentar:

Posting Komentar